Life Update: Internsip Life

4:33 PM


Assalamualaikum!

Seperti janji saya pada postingan sebelumnya, bahwa saya akan share sekilas tentang kesibukan saya selama satu tahun terakhir ini. Bagi yang belum tahu, saya merupakan seorang dokter yang baru saja lulus pada tahun 2015 lalu.

Dan setelah rangkaian panjang pendidikan saya, mulai dari S1 - Koas - UKDI - Sumpah Dokter hingga akhirnya Internsip. Alhamdulillah semua rangkaian tersebut berhasil saya jalani selama hampir 7 tahun. Iya, memang memerlukan waktu yang lama untuk menjadi seorang dokter jika dibandingkan dengan profesi atau pendidikan lainnya.

Lama ya 7 tahun? So, bagi yang mau jadi dokter coba dipikir-pikir lagi sambil membaca beberapa blog post saya seputar perjalanan saya dalam menempuh pendidikan dokter ini. Kalau kamu sudah yakin & mantap ingin menjadi dokter, lanjutkan! :)

Apa itu Dokter Internsip?
Bagi masyarakat awam, tentu istilah dokter internsip akan terasa asing didengar. Bahkan bagi para mahasiswa kedokteran yang baru masuk saja, mungkin tidak semua tahu betul tentang dokter internsip.

Dokter internsip merupakan bagian dari Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) yang diselenggarakan oleh Komite Internship Dokter Indonesia (KIDI). Secara garis besar, internsip adalah suatu program magang bagi dokter yang baru menyelesaikan masa pendidikan profesi (koas), agar dapat menerapkan ilmu & keterampilan yang didapatkan sebelumnya secara terintegrasi, komprehensif, serta mandiri secara langsung.

Mereka yang disebut dokter internsip adalah para dokter yang telah lulus program studi pendidikan dokter dan telah lulus uji kompetensi namun belum mempunyai kewenangan untuk praktik mandiri. Jadi, prosesnya adalah S1 pendidikan dokter (S.Ked.) - pendidikan profesi (koas) - uji kompetensi (UKDI) - sumpah dokter (dr.) - internsip. Nah, lamanya program internsip ini adalah satu tahun.

Selama satu tahun tersebut, para dokter internsip ini akan bertugas di rumah sakit & puskesmas yang terlah ditentukan sebelumnya melalui proses pemilihan wahana (tempat) secara online. Proses pemilihan wahana ini cukup membuat heboh bagi para peserta. Bahkan, ada yang menyebutnya sebagai "portal combat".

Para dokter internsip juga akan mendapatkan Bantuan Hidup Dasar (BHD) setiap bulannya, ya bisa dibilang seperti gaji lah ya... BHD ini biasanya digunakan untuk membiayai kehidupan & keperluan selama program internsip, sambil sedikit-sedikit untuk ditabung. Besarnya BHD ini berbeda  karena tergantung wilayah wahana bertugas, secara garis besar dibagi menjadi wilayah barat & timur.


Bertugas sebagai dokter internsip dimana?
Saya bertugas sebagai dokter internsip di daerah Cianjur, Jawa Barat selama satu tahun. Tepatnya 4 bulan di Puskesmas & 8 bulan di rumah sakit.

Kalau diingat-ingat lagi saat awal bertugas, wah luar biasa cemasnya. Maklum, baru pertama kali akhirnya berhadapan & menangani pasien secara langsung. Sebelumnya hanya berhadapan dengan pasien simulasi atau pasien sungguhan namun dalam pengawasan dan bimbingan dari para dokter senior. Waktu dulu masih dipanggil "Mbak" atau "Mbak Koas", eh sekarang sudah dipanggil "Dok".

But life must go on. Tidak mungkin kan cemas terus-terusan, kalau cemas terus kapan melayani pasiennya? Seiring dengan berjalannya waktu sambil terus belajar & menambah pengalaman, akhirnya rasa percaya diri mulai timbul. Ada pepatah bahwa "pengalaman adalah guru terbaik", saya rasa ini ada benarnya. Perlahan-lahan saya mulai terbiasa dengan rutinitas sebagai seorang dokter. Think like a doctor, act like a doctor.

Memang tidak banyak foto yang saya ambil selama program internsip ini, ya gimana juga sih ya fotonya kalau lagi tengah-tengah pelayanan... Biasanya baru bisa foto bersama teman-teman dokter internsip atau petugas medis lainnya saat belum ada pasien, istirahat, atau setelah bertugas. Bicara soal foto, jangan heran ya kalau lihat foto-foto saya di sini tampak sedikit berbeda dari foto-foto yang biasanya saya share di blog maupun sosial media. Kalau lagi jaga jarang sekali saya sempat untuk dandan (dandan = pakai pensil alis + lipstik), jadilah akhirnya bare face aja hehe.


Apa yang didapat dari internsip?
Banyak. Selama satu tahun saya menjadi dokter internsip, banyak hal yang saya dapatkan baik secara langsung maupun tidak. Bukan hanya soal materi, tapi jauh lebih banyak lagi adalah dalam hal ilmu, pengalaman, persahabatan, dan pembelajaran hidup.

Teman baru, anggota keluarga baru. Saya tergabung bersama 18 orang dokter internsip lainnya dalam satu kelompok besar. Saya pun menjadi satu-satunya dokter yang berasal dari universitas di Yogyakarta, jadi saat pertama kali bertemu dengan teman-teman dokter internsip di kelompok ini benar-benar kenalan baru. Alhamdulillah, selama satu tahun ini makin lama kita semua makin mengenal satu sama lain. Beberapa di antaranya pun sudah seperti anggota keluarga sendiri yang siap membantu di saat sulit, siap bahagia di saat senang, hingga siap kenyang & gendut bersama di saat lapar. Saling tahu apa yang disuka & apa yang dibenci, kayak keluarga deh pokoknya.

Mulai bisa bahasa sunda! Benar-benar PR banget waktu awal internsip, karena langsung bertugas di daerah yang masyarakatnya aktif berbahasa sunda. Saya yang bukan orang sunda, sudah pasti cukup kewalahan pada awalnya. Walau tinggal di Jawa Barat & waktu sekolah ada pelajaran bahasa sunda, tetap saja saya tidak bisa berbahasa sunda. Tapi sejak internsip, mau tidak mau harus bisa berbicara & memahami bahasa sunda walaupun terbatas. Karena sebagai dokter, awal & kunci dari penanganan pasien adalah komunikasi. Untungnya, teman-teman dokter internsip lainnya yang mayoritas dari Jawa Barat & petugas medis lainnya membantu saya dalam soal bahasa sunda. Alhamdulillah, ayeuna tos tiasa basa sunda sa alit-sa alit..

Kebersamaan. Mulai dari nga-liwet (makan nasi liwet) bareng, makan seblak bareng, minum sekoteng & jagung bakar bareng. Eh... kenapa makan semua ya? Pokoknya banyak hal yang dilakukan bersama-sama, baik dengan sesama dokter internsip, dengan para dokter senior, dengan petugas medis lainnya, & dengan masyarakat tentunya.

Ilmu, keterampilan, & pengalaman medis. Sudah pasti tujuan utama dari program internsip ini adalah untuk mendapatkan pengalaman serta mengembangkan ilmu & keterampilan medis yang dipelajari sebelumnya. Karena belajar tak pernah berhenti, bahkan saat bertugas pun tetap belajar.

Pembelajaran hidup & pendewasaan diri. Mengenal beragam karakter & kepribadian banyak orang, sekaligus menghadapi berbagai situasi selama satu tahun ini menjadi pembelajaran hidup yang berarti. Semua hal ini pun menjadi proses pendewasaan diri bagi saya pribadi, sampai saat ini pun masih akan terus berproses untuk menjadi pribadi serta dokter yang lebih baik lagi.


Ucapan Terima Kasih
Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para dokter pendamping, direktur rumah sakit & kepala puskesmas, para dokter spesialis serta dokter senior atas pendampingan & bimbingannya selama satu tahun internsip ini.

Terima kasih juga kepada para perawat, petugas laboratorium, radiologi, farmasi, administrasi, petugas ambulans, satpam, petugas kebersihan, & seluruh petugas lainnya yang telah membantu kami selama bertugas.

Terima kasih kepada seluruh masyarakat di lingkungan rumah sakit & puskesmas tempat kami bertugas atas kesabaran & semangatnya untuk berobat.

Terima kasih kepada orangtua & keluarga yang telah berbesar hati walau mulai sering ditinggal & berkurang waktu kebersamaan karena mulai padatnya rutinitas sebagai dokter.

Terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu kelancaran program internsip selama satu tahun ini. Mohon maaf untuk segala kesalahan yang kami lakukan.


Terakhir, terima kasih kepada keluarga dokter internsip yang luar biasa! Terima kasih untuk semua warna-warni yang kalian berikan dalam satu tahun ini. Keep in touch and let's success together on top!

Tahap selanjutnya, menunggu diterbitkan Surat Tanda Registrasi (STR) definitif & Surat Izin Praktek (SIP) agar dapat mendaftarkan diri untuk bekerja secara mandiri maupun di rumah sakit. Do'akan semoga prosesnya lancar & saya bisa menjadi dokter yang lebih baik lagi.


Salaam,
IndahRP

You Might Also Like

12 comments

  1. Jadi dokter itu perjalanan yang cukup panjang ya. Alhamdulillah sudah selesai internshipnya. Semoga proses selanjutnya lancar ya Indah. Good luck on your next step. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba mira.. panjang banget tapi ternyata ga kerasa juga sudah di tahap ini. Aamiin, makasih do'anya :)

      Delete
  2. Pengen deh kapan2 di periksa sama dokter Indah.. nanti aja deh kalo dah praktek di Jakarta.. ke cimacan mahhh kejauhan yaaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mangga atuh amam.. kalo ada keluhan atau mau tanya-tanya mangga..
      Aku udah ga di Cimacan kok hehehe.. samperin ke Bogor aja :D

      Delete
  3. Alhamdulillah Indah sudah selesai internsipnya, kayaknya baru kemarin Indah pamit mau internsip, hehe ^^ Insya Allah segera terbit STR dan SIP-nya ya Ndah biar makin lengkap dan sah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa Alhamdulillah kak dini, selesai juga yaa ga berasa baru pamit bakal ga beredar yaa hehehe. Aamiin, semoga proses terbit STR & SIP-nya lancar :)

      Delete
  4. Alhamdulillah, akhirnya internship nya selesai. Senang deh dengarnya. Semoga prosesnya lancar dan dimudahkan Allah ya, mba...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah.. Aamiin makasih yaa do'anya :)

      Delete
  5. 7 tahun mah cepet banget, temen ku 10 tahun buat lulus jadi dokter #KebanyakanNgelayap hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekarang 7 tahun sih hitungannya cukup cepet sih memang, kalau jaman dosen saya lebih lama lagi studinya. wah, kalo kebanyakan ngelayap pasti makin lama hehehe

      Delete
  6. Alhamdulillaah selamat yaa udah selesai internshipnya.. btw 7 tahun lamaaaa juga yakk... salut banget sama temen2 yang menjalani pendidikan dan profesi ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah mba anin... iya lumayan nih lama, tapi ga berasa juga hehe :D

      Delete