Movie Review: Film “HIJAB”

12:17 PM

poster film "HIJAB"

“Perempuan bekerja itu haram hukumnya. Perempuan harusnya di rumah ngurus rumah tangga, cuci baju, ngurus anak, ngurus suami. Biar suami yang kerja, memberi nafkah untuk keluarga itu kewajiban suami...”
(Gamal, Film Hijab)

Kaget dengan statement di atas? Itu salah satu kutipan dari adegan di film “Hijab”, kutipan tersebut tentunya ada dalam keseharian di sekitar kita. Hal ini pula yang diangkat dalam film terbaru karya Hanung Bramantyo yang juga merupakan dream project dari Zaskia Adya Mecca.

Bia (Carissa Puteri), Sari (Zaskia Adya Mecca), & Tata (Tika Bravani) adalah perempuan yang telah menikah dengan style berjilbab yang berbeda-beda. Bia seorang designer dengan hijab fashionnya memutuskan untuk berhijab karena terjebak dalam keadaan sebagai “gadis hidayah”, bersuamikan seorang artis sinetron bernama Matnur (Nino Fernandez). Sari yang memiliki bakat dalam hal bisnis memutuskan untuk berhijab syar’i karena untuk mengabdi kepada suaminya, Gamal (Mike Lucock) seorang lelaki keturunan Arab dengan pemikiran Islam yang tegas. Lalu ada Tata seorang aktivis yang memutuskan berturban untuk menutupi rambutnya yang botak, bersuamikan seorang fotografer bernama Ujul (Ananda Omesh). Sedangkan Anin (Natasha Rizki) pecinta kultur Perancis menjadi satu-satunya yang tidak berjilbab dan belum menikah karena masih menginginkan kebebasan, padahal selalu ada Chaky (Dion Wiyoko) seorang sutradara idealis dan kontroversial yang sangat menyukainya.

Bia, Sari, Tata, & Anin bersahabat sejak lama dengan aktifitas yang beragam sesuai bidangnya masing-masing. Namun setelah Bia, Sari, & Tata menikah, mereka menjadi sosok ibu rumah tangga yang mengurus anak dan suami, tidak banyak aktifitas di luar rumah sebagaimana sebelum mereka menikah. Persahabatan mereka berempat juga menjadi persahabatan para suami (dan Chaky yang setia menemani Anin), hingga mereka mengadakan arisan rutin bergantian di rumah masing-masing. 

Suatu hari, saat mengumpulkan uang kocokan arisan, Gamal (suami Sari) berceletuk: “Jangan-jangan semua arisan ibu-ibu itu sebenarnya arisan para suami. Ya seperti kita ini, duit arisannya dari duit para suami.” Setelah kejadian saat arisan tersebut, mereka berempat berkumpul seperti biasanya hingga akhirnya menyadari bahwa mereka sama-sama merasa bosan dengan kondisi yang begitu-begitu saja; khususnya bagi Bia, Sari, & Tata yang hanya menjadi perempuan yang menunggu datangnya penghasilan dari para suami.

Kemudian Tata pun mengajak para sahabatnya untuk menjadi perempuan yang mandiri, yang tidak hanya bergantung dari suami, yang bisa punya penghasilan sendiri. Ternyata Bia, Sari, & Anin pun menyambut dengan antusias ajakan dari Tata hingga akhirnya mereka memutuskan untuk bisnis online fashion hijab, namun mereka menjalaninya tanpa sepengetahuan para suami. Bisnis mereka berempat pun semakin sukses seiring dengan fashion hijab yang semakin menjadi trend di Indonesia, hingga penghasilan mereka melebihi penghasilan para suami.

Lalu bagaimana kelanjutan bisnis empat sahabat ini? Apakah para suami (Matnur, Gamal, Ujul) & Chaky akhirnya mengetahui apa yang dilakukan Bia, Sari, Tata, & Anin di belakang mereka? Selengkapnya silakan tonton di bioskop kesayangan Anda mulai 15 Januari 2015 :)

* * * * * *

Nah, itu tadi sedikit sinopsis tentang film “HIJAB”. Alhamdulillah tanggal 13 Januari 2015 yang lalu dapat kesempatan menjadi salah satu orang yang pertama nonton film ini pada acara Gala Premiere yang diadakan di XXI Epicentrum Walk. Liputan mengenai Gala Premiere film “HIJAB” bisa dilihat disini.

saat Gala Premiere pada 13 Januari 2015 kemarin

Lalu bagaimana review tentang  film “HIJAB” ini setelah saya menontonnya?

Cerita
Sebelum menonton film ini, saya belum punya ekspektasi bagaimana film ini nantinya. Saya hanya pernah mendengar iklannya melalui radio, bahkan trailer & sinopsisnya pun belum sempat saya lihat. Sesekali berpikir apa mungkin nanti film ini bercerita soal perempuan dengan gaya berjilbab yang berbeda & ada yang memutuskan untuk tidak berjilbab, lalu menceritakan alasan di balik keputusan berhijab dan tidak berhijabnya mereka.

Eh tetapi saya salah.. Ternyata film ini tidak hanya menceritakan alasan mengapa mereka berjilbab maupun tidak, justru bagian ini hanya dijelaskan sedikit di awal cerita. Sedangkan cerita intinya adalah seperti apa yang saya tuliskan pada sinopsis di atas. Ketiga tokoh utama (Bia, Sari, & Tata) menceritakan bagaimana kisah mereka bersama Anin, para suami, & Chaky secara story telling. Cerita dalam film ini sendiri dikemas ringan. Beberapa kondisi mungkin sudah tidak asing lagi bagi para wanita berjilbab saat ini khususnya yang tinggal di ibu kota, sehingga sangat mudah dipahami bagi yang menontonnya. Di bagian awal cerita banyak sekali cerita dan adegan yang membuat kita tertawa, namun di akhir cerita kita juga membuat kita terbawa suasana menjadi sendu, sedih, atau bahkan menjadi refleksi diri yang tentunya tidak terkesan menggurui.

Karakter & Pemeran
Karakter-karakter yang diperankan dalam film ini cukup menggambarkan beragamnya karakter yang ada dalam keseharian. Seperti karakter para pemeran utama yang memiliki gaya berjilbab yang berbeda-beda maupun yang tidak berjilbab, seperti halnya dengan kondisi di Indonesia saat ini yang banyak muslimah dengan gaya berjilbab yang berbeda-beda. Begitu pula dengan karakter para suami dalam film ini, kurang lebih juga cukup menggambarkan beragamnya karakter para suami mulai dari yang membebaskan istri untuk berkarier atau bahkan tidak mengizinkan sama sekali.

Untuk soal pemeran, saya rasa tidak perlu diragukan lagi. Para pemeran dalam film ini, baik pemeran utama maupun pemeran pendukung hampir seluruhnya adalah para aktor & aktris yang sudah berkali-kali berperan dalam beberapa film Indonesia. Bahkan pada beberapa scene juga didukung oleh aktor & aktris lawas; seperti: Meriam Bellina, Jajang C. Noer, Rina Hasyim, Marini, Mathias Muchus, dll.

para pemeran dan produser film "HIJAB" setelah nonton bareng di Gala Premiere

Fashion
Selain sebagai produser & pemeran, Zaskia Adya Mecca juga sebagai fashion director dalam film ini. Sehingga tidak heran untuk urusan kostum para pemeran dalam film ini begitu stylish sesuai dengan karakternya masing-masing. Beberapa di antaranya juga bisa dijadikan inspirasi dalam berpakaian, namun tentunya kembali disesuaikan dengan karakter diri masing-masing. Yang jelas banyak outfit-outfit lucu & sepatu-sepatu lucu di film ini. Yang mencuri perhatian saya adalah gaya berjilbab tokoh Sari yang berhijab syar'i, membuat saya tertarik ingin mencobanya juga suatu hari.

Soundtrack
I love all the soundtracks! Suka banget sama semua lagu yang dalam film ini. Dinyanyikan oleh Andien, setiap lagu dibawakan sesuai dengan “soul” nya, mulai dari lagu yang happy sampai lagu yang sendu. Lagu yang paling saya suka adalah "Let It Be My Way", love it!

Kekurangan
Setiap hal tentunya ada kelebihan & kekurangannya masing-masing, walaupun kembali lagi dengan sudut pandang setiap orang yang menilainya. Begitu pula dengan film ini. Seperti halnya dengan postingan dari kak Puput dan mba Nita, saya sendiri merasa kurang setuju kalau turban yang dipakai tokoh Tata dalam film ini termasuk dalam bagian hijab karena bagian leher masih terlihat. Walaupun memang sebelumnya kak Ia (Zaskia A. Mecca) sendiri juga menjelaskan bahwa keempat tokoh dalam film ini (Bia, Sari, Tata, Anin) hanya sebagai simbol dari keberagaman muslimah di Indonesia khususnya, tanpa maksud menggurui mana yang benar maupun yang salah. Tetapi semoga para penonton yang ingin menjadikan beberapa style hijab dalam film ini sebagai inspirasi atau referensi dalam berhijab bisa lebih memperhatikan kesesuaiannya dengan perintah berhijab. Well, saya sendiri pun masih dalam proses belajar, jadi saya juga tidak mau menggurui siapapun. Saya juga yakin penonton film saat ini sudah bisa secara cerdas & bijaksana untuk mengetahui mana yang bisa diambil sebagai inspirasi oleh mereka.

Sedikit kekurangan yang kedua adalah adanya scene dimana Matnur (suami Bia) stress hingga minum minuman (yang terlihat seperti) bir & minuman keras sejenis. Agak disayangkan karena takut terkesan bahwa adalah hal yang biasa untuk seorang muslim (tentunya dalam film tokoh Matnur adalah seorang muslim) untuk minum jenis minuman seperti itu. Ya lagi-lagi walau dalam kenyataannya mungkin saja ada orang yang berperilaku seperti ini & tidak menutup kemungkinan juga sebenarnya dalam film ini ingin menunjukkan bahwa menghilangkan stress dengan minum minuman keras itu tidak baik (tetap mencoba positive thinking).

Kesimpulan
Dari sisi life style, film “HIJAB” ini mendekati realita hidup para muslimah khususnya bagi para ibu rumah tangga yang juga memiliki usaha dalam bidang fashion atau berjualan apapun. Saya suka dengan pesan dalam film ini bahwa “perempuan itu tidak harus selalu bergantung pada laki-laki, tapi perempuan juga harus bisa mensupport suami dan keluarganya”. Namun dari sudut pandang agama (khususnya bagi yang masih awam seperti saya ini), film ini belum menjelaskan atau menggambarkan bagaimana sebenarnya definisi dan aplikasi “hijab” dalam kesaharian. Ya lagi-lagi karena film ini dibuat bukan untuk menggurui atau menunjukkan seperti apa berjilbab yang benar atau yang salah, tapi karena judul besarnya disini yang diangkat adalah tema hijab jadi mau tidak mau bagaimana gambaran hijab dalam film ini menjadi penilaian tersendiri bagi para penonton.

Tidak hanya memberikan nuansa komedi, film ini juga memberikan nuansa sendu hingga sedih. Banyak pesan yang disampaikan oleh film ini; seperti: bagaimana pentingnya komunikasi dalam suatu rumah tangga, bagaimana dengan hijab menjadikan seorang muslimah selangkah lebih baik dan lebih dekat kepada Allah, bagaimana peran suami maupun istri yang seharusnya dapat saling mendukung.

Karena dikemas dari berbagai sudut pandang inilah, semoga para penonton bisa bersikap bijak apa saja yang bisa diambil dari film ini dan apa yang perlu diketahui lebih dalam lagi dari sumber yang lain. Bagaimanapun sisi positif maupun negatifnya, film “HIJAB” ini bisa ditonton bersama sahabat, keluarga, maupun pasangan. Film ini juga tidak hanya untuk para perempuan, tetapi laki-laki juga bisa menikmati film ini (terbukti selama saya menonton juga ada kok laki-laki yang menonton bersama pasangannya dan bisa ikut tertawa selama film diputar).


Sekian movie review film “HIJAB” dari saya. Semoga bermanfaat & bisa menjadi referensi bagi yang membacanya. Semua tulisan dalam review ini murni dari opini saya pribadi setelah menonton film tersebut dan membaca review dari blogger lainnya sebagai pertimbangan tambahan. Jadi buat yang belum nonton film "HIJAB" ini, segera ke bioskop terdekat mulai tanggal 15 Januari 2015!


Salaam,
IndahRP

You Might Also Like

8 comments

  1. waaaa jadi pengen nontooon! seru banget yah kak Indah kayaknya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuuuuk ditonton yaaa.. bareng temen2 biar seru rame-rameee

      Delete
  2. Errr... No offense tapi kalau udah Hanung yang produserin film "Islami", gue udah skeptis bahwa yang dia tampilkan justru bukan Islam yang sebenarnya... Dari dulu; Perempuan Berkalung Sorban, ?, Cinta Tapi Beda dan sekarang Hijab. Temen gue udah nonton dan dia keluar dari bioskop di 30 menit pertama dengan wajah gusar. Katanya singkat, "Si Hanung lagi-lagi nebar propaganda Islam yang salah ke masyarakat. Gue merasa rugi beli tiketnya dan 30 menit gue yang berharga terbuang sia-sia buat nonton sampah". Kasar yes? Hehehe... begitulah.

    Untuk nonton ke bioskop sih kayanya gak akan gue lakukan, tapi karena gue penasaran mau lihat apa bener yang dibilang sama temen gue itu mungkin gue akan tunggu DVD-nya beredar, itu juga paling minjem temen. Hahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gapapa kok kak iwed.. every comments are welcome :)

      Setiap orang pasti beda-beda sudut pandang & preferensi. Setiap hal pasti mengundang kontroversi. Aku pun saat nonton ada beberapa hal yg perlu "digaris bawahi", yg akhirnya juga tau kalau banyak hal yg kita belum ketahui soal Islam & baru sadar seperti apa yg salah/keliru setelah dicari lagi lebih dalam dari sumber yg lain.

      Btw, kalo buat kak Iwed sih aku emang ga rekomendasiin kak Iwed buat nonton hihihi.. little bit know you well ;)

      Delete
  3. kak, boleh nanya
    pa judul novel yang diberikan chuky ke anin ?

    ReplyDelete
  4. kak boleh nanya nggak.. itu soundtracknya apa aja.. thnx

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang aku tahu beberapa soundtrack di film ini dinyanyikan oleh Andien. One of my favorite is "Let It Be My Way". Kalau kamu googling mungkin akan ada list soundtracknya apa aja yg lebih lengkap :)

      Delete