JAPAN TRIP - DAY #5 | IMPERIAL PALACE OUTER GARDEN & TEPPANYAKI AT GINZA

11:19 PM


Assalamualaikum!

Hari kelima di Jepang, tidak banyak tempat yang kami datangi. Agenda kami hanya di sekitar Ginza, daerah di mana kami menginap selama di Jepang.

"Kalau lagi di Tokyo, harus ke Imperial Palace Garden. Minimal pernah deh sekali. Bagus, kamu pasti suka!", begitu kata boss Papa pada hari sebelumnya. Jadi, kami pun memutuskan untuk ke Imperial Palace Garden keesokan harinya setelah sarapan.

Untuk menuju Imperial Palace Garden, bisa naik subway dari Ginza dengan menempuh waktu sekitar 26 menit. Tapi kami memilih untuk berjalan kaki saja, karena rutenya di Google Maps lebih mudah saya pahami. Dengan berjalan kaki santai, akan menempuh waktu selama 30-40 menit.

Tapi ternyata saat saya coba, tidak terasa sama sekali berjalan selama itu loh. Padahal jika berjalan 10 menit di Indonesia saja sangat terasa. Mungkin karena di sini pejalan kaki sangat dimanjakan dengan trotoar yang luas, tidak ada bising kemacetan kendaraan, maupun polusi udara. Sehingga berjalan kaki tetap terasa nyaman.


Akhirnya, sampai juga kami di Imperial Palace Garden. Terdapat 2 area taman yang ada di sekitar dari Imperial Palace atau kediaman keluarga kaisar Jepang di Tokyo ini, yaitu outer garden & east garden.

Yang paling populer adalah Imperial Palace East Garden, yang merupakan taman bagian dalam dari Imperial Palace. Namun karena taman yang pertama kami temui adalah Imperial Palace Outer Garden, jadi kami hanya sempat berkeliling di taman bagian luar dari Imperial Palace ini saja.

Dan sejujurnya, saya pun baru tahu setelah kembali ke Indonesia bahwa ada lokasi taman lainnya yaitu east garden yang ternyata juga dibuka untuk umum. Saya kira yang dibuka untuk umum  itu hanya bagian outer garden ini saja, insyaAllah di lain waktu bisa ke east garden ya...


Sungguh, pertama kali sampai di tempat ini dalam hati saya girangnya bukan main. MasyaAllah, senang sekali lihat taman yang begitu luas & bersih. Sekali lagi, benar-benar bersih! Entah berapa kali saya menuliskan kata "bersih" pada setiap postingan saya selama di Jepang, salah satu hal yang sangat saya kagumi dari negara ini adalah kebersihannya.

Tamannya luas banget. Banyak pohon pinus khas Jepang (yang bentuknya seperti bonsai versi besar), jalanannya pun juga luas & cocok untuk bersepeda, berlalri, atau sekedar berjalan kaki. Selain itu, di sepanjang jalan aspal berderet kursi-kursi taman yang terbuat dari kayu. Model kursi tamannya memang klasik & sederhana sih, tapi tertata sangat rapi.

Bisa banget deh membayangkan berlama-lama di taman ini sambil duduk di kursi taman untuk baca buku, mengerjakan tugas, atau sekedar menikmati pemandangan di sekitar. Pokoknya bakal puas banget deh me-time di taman ini, apalagi kalau suasananya tenang & tidak terlalu ramai. Saya bisa betah deh kayaknya di sini, asal jangan pas musim panas atau musim dingin saja kali ya...

Di luar konteks bahwa taman ini adalah bagian dari taman kediamaan kaisar Jepang yang pastinya terjaga kondisi & kebersihannya, tapi taman yang dibuka untuk umum ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakatnya. Mulai dari sebagai tempat olah raga, bermain bersama hewan peliharaan, untuk bersantai, hingga untuk wisata. Apapun aktivitas yang dilakukan di taman ini, semuanya tetap menjaga kondisi taman ini agar tetap nyaman. Salut.

  

Ada banyak sekali tempat untuk berfoto di sini, benar-benar setiap bagian dari Imperial Palace Outer Garden ini tak hanya bisa dinikmati mata tapi juga menarik untuk difoto. Salah satu tempat yang paling sering dijadikan lokasi berfoto bagi para wisatawan adalah Nijūbashi (Double Bridge).

Nijūbashi (Double Bridge) adalah jembatan utama menuju Imperial Palace. Lokasi berfoto bisa dari jarak jauh agak tampak jembatan & sungai besar di bawahnya, atau dari jarak yang lebih dekat lagi agar bisa melihat sedikit bagian dari bangunan Imperial Palace di ujung jembatan tersebut.

Jika dilihat dari foto yang saya ambil, mungkin terlihat sepi ya. Tapi percayalah, keadaan sesungguhnya cukup ramai & cukup berebut ruang berfoto dengan wisatawan yang lainnya. Apalagi saat itu hari Minggu, banyak sekali wisatawan mulai dari rombongan maupun yang tanpa rombongan seperti kami.


Sebelum pukul 12:00 siang kami semua sudah kembali ke hotel, karena sudah ada janji untuk makan siang bersama dengan yang lainnya. Makan siang kami kali ini adalah salah satu menu khas Jepang, yaitu Teppanyaki.

Teppanyaki adalah salah satu cara memasak makanan Jepang di atas plat besi (teppan). Biasanya, konsep restoran yang menyajikan teppanyaki adalah deretan meja & kursi berhadapan langsung dengan plat besi tempat koki akan memasak hidangan yang disajikan. Semua makanan akan dimasak di atas plat besi tersebut, kemudian disajikan langsung ke piring setiap tamu.

Kami mencoba salah satu restoran teppanyaki yang ada di Ginza, kebetulan boss Papa sudah reservasi sebelumnya sehingga kami cukup datang sesuai dengan jadwal reservasi. Saat datang, kami langsung diantarkan ke tempat duduk masing-masing dengan plat besi (teppan) yang berada di sepanjang meja kami.

Jangan salah, menikmati teppanyaki tidak hanya untuk menikmati makanannya saja. Salah satu daya tarik dari teppanyaki adalah "seni" bagaimana para koki secara langsung memasak & menyajikan hidangan di atas plat besi tersebut langsung di hadapan kita. Jadi kita bisa melihat semua proses memasak hingga makanan matang. Mulai dari sayuran, seafood, hingga menu utamanya yaitu Kobe Beef.

  

Alhamduillah, semua hidangan yang disajikan sangat lezat. Padahal tanpa bumbu khusus apa-apa loh, hanya garam & lada saja yang sesekali ditaburkan saat memasak dengan sedikit minyak yang diperas dari bawang goreng. Tanpa saus atau bumbu tambahan lainnya.

Tidak hanya menu utamanya saja yang lezat, tapi juga hidangan penutupnya. Simple sih, hanya potongan cheese cake dengan satu scoop es krim vanila & buah strawberry. Duh, waktu nulis ini saja saya masih terbayang lezatnya semua hidangan yang dinikmati saat itu. Hihihi...

  
  

Setelah makan siang, kami semua kembali ke hotel untuk acara bebas. Saya menyempatkan untuk jalan-jalan keluar sendiri di sekitar hotel setelah sholat dzuhur. Awalnya sih ingin coba jalan sendiri naik subway atau JR, tapi belum diizinkan oleh orangtua untuk bepergian sendiri.

Jadilah akhirnya saya hanya jalan-jalan di sekitar hotel untuk window shopping. Ya, kalaupun ketemu yang cocok paling sanggupnya ke Uniqlo atau GU. Yang keduanya berada dibawa satu kepemilikan perusahaan, jadi harganya tidak begitu jauh berbeda. Sisanya, hanya numpang lewat toko-toko high fashion brands yang sudah pasti harganya yaa gitu deh...


Hari kelima saya di Jepang memang tidak sepadat hari-hari sebelumnya, tapi tentu saja pengalamannya tidak kalah menarik. Hari selanjutnya akan ada pengalaman apa lagi ya? Tunggu postingan berikutnya!

Salaam,
IndahRP

******************************
READ MORE

You Might Also Like

8 comments

  1. Wah aku makan beef teppanyaki disini aja suka banget apalagi dijepang asli pasti enak banget yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Paraaah bikin nagih hahaha, tapi bikin nangis dompet sih :D

      Delete
  2. Indah....nggak sabaran post lanjutannya, btw outer sama east garden ada petunjuknya ? Dipisahin ama si jembatan atau gimana ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, ini dia yang aku juga belum tahu. Soalnya kemarin ke sana cari jalan sendiri tanpa guide. Semoga one day bisa balik ke sana lagi, biar bisa cari tahu cara ke east garden yaa hihihi :D

      Delete
  3. sangat ngileer liat teppanyakiii... apalagi kalau langsung makan di Jepangnya yah.. nambah terus nih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengennya sih nambah yaa.. tapi kalo keseringan nambah nanti dompetnya makin tipis deh :p

      Delete
  4. Itu desssertnya menggiurkan pisan ndah

    ReplyDelete
    Replies
    1. dessert nya mini, tapi ternyata waktu dimakan porsinya pas. jadi ga bikin kekenyangan..

      Delete