#JalanJalan: Taman Bunga Nusantara

9:50 PM



Assalamualaikum!

Bagaimana Ramadhan nya? Semoga ibadahnya tetap lancar ya.. Berpuasa jangan sampai menghambat aktivitas dengan alasan lemas, haus, ataupun lapar. Saya saja bersama adik & sepupu minggu lalu di hari ke-8 Ramadhan ini memanfaatkan waktu liburan kami untuk berwisata ke Taman Bunga Nusantara!

A little reminder: There will be a lot of photos in this post. So, be ready!

Taman Bunga Nusantara berlokasi di daerah Cianjur (silakan googling untuk peta lebih rinci). Alhamdulillah karena tinggal di Bogor, jadi tidak terlalu jauh menuju ke sana. Apalagi kami pergi saat weekdays di bulan Ramadhan pula, sehingga kondisi lalu lintas juga tidak ramai & waktu tempuh pun menjadi lebih singkat. Kami berangkat dari Bogor sekitar jam 07:45 pagi & tiba di Taman Bunga Nusantara sekitar jam 09:15 pagi, kurang lebih 1 jam 30 menit waktu perjalanan yang kami tempuh dengan menggunakan mobil dalam kecepatan sedang.

Sampai di Taman Bunga Nusantara, kami langsung ke loket untuk membeli tiket masuk yang harganya hanya IDR 30.000 saja! Hanya? Ya, buat saya harga tiket masuk ini sudah sangat murah untuk ukuran tempat wisata seluas & juga terawat seperti ini. Para pekerja yang merawat semua tanaman & bunga disini tidak sedikit loh, jadi dengan harga 30 ribu termasuk sangat murah untuk masuk ke kawasan seindah ini. Untuk info tiket terbaru bisa dilihat di sini. Oiya, saat membeli tiket jangan lupa meminta peta ya.. Agar tidak kebingungan saat berkeliling dengan berjalan kaki.

Taman Air
Topiari Hewan

Taman Bunga Nusantara memiliki banyak taman tematik (bertema khusus), di antaranya: Taman Air, Taman Mawar, Taman Perancis, Taman Amerika, Taman Bali, Taman Rahasia (Labyrinth), Taman Mediterania, Taman Jepang, dan Taman Palem. Selain taman tematik, di beberapa tempat juga terdapat beberapa topiari (seni menghias tanaman di luar ruang dengan berbagai macam bentuk) --- seperti bentuk Burung Merak, Jerapah, Keledai, Kelinci, Dinosaurus, & Barong Bali. Terdapat juga Rumah Kaca, Menara Pandang, Jam Taman Raksasa, Air Mancur Musikal, Display Karpet Bunga, hingga wahana bermain anak.

lorong jalan di samping Taman Mawar

Ini bukan kali pertama bagi saya berwisata ke Taman Bunga Nusantara. Sebelumnya saya sudah beberapa kali ke sini saat masih kecil, biasanya ketika berlibur ke daerah Puncak & sekitarnya. Dulu saat kecil, hal yang menyenangkan ketika pergi ke Taman Bunga Nusantara adalah bisa bebas bermain di taman yang luas. Sedangkan saat ini ketika sudah mulai mengetahui keberagaman tanaman & saya sendiri juga menyukai pemandangan yang berhubungan dengan bunga atau tanaman yang hijau, sehingga kunjungan saya kali ini membuat saya lebih bersemangat. Apalagi di Taman Bunga Nusantara ini sangat banyak spot untuk foto-foto. Yeah, just admit it.

Air Mancur Musikal

Sebenarnya sih lebih enak jika berkeliling Taman Bunga Nusantara dengan berjalan kaki. Namun berhubung kami semua berpuasa, khawatir jika berkeliling ke semua taman yang ada hanya dengan berjalan kaki dapat membuat kami lebih cepat haus. Sehingga akhirnya jadi kami memutuskan untuk memilih beberapa taman tertentu saja untuk foto-foto. Terus taman yang lain tidak dilihat? Tetap dilihat dong, tapi kami melihatnya dengan menaiki fasilitas Wira Wiri!

keliling Taman Bunga Nusantara dengan Wira Wiri

Wira Wiri ini adalah salah satu fasilitas yang disediakan pengelola Taman Bunga Nusantara untuk berkeliling lahan taman luasnya mencapai 23 hektar dari total luas 35 hektar. Jadi ya sebenarnya lumayan juga kalau benar-benar ingin berkeliling hanya dengan berjalan kaki. Cukup dengan membayar IDR 5.000 saja, kita sudah bisa berkeliling Taman Bunga Nusantara dengan menaiki Wara Wiri ini. Pada saat itu dalam 1 kendaraan hanya berisi kami bertiga, jadi serasa berkeliling di taman milik sendiri!

Taman Amerika
Tips #JalanJalan a la IndahRP --- berwisata di tempat yang luas
1. Jangan ragu menggunakan fasilitas kendaraan untuk berkeliling!
Beberapa tempat wisata bertema khusus, seperti: Taman Bunga Nusantara, Taman Buah Mekarsari, atau Taman Safari biasanya menyediakan fasilitas kendaraan untuk berkeliling. Fasilitas seperti ini bisa kamu manfaatkan, khususnya ketika berwisata di tempat yang sangat luas & dengan keterbatasan waktu (apalagi tenaga) untuk berkeliling.

2. Tentukan wahana yang menjadi prioritas
Ketika berwisata di tempat dengan banyak wahana di dalamnya, kemungkinan kecil kita bisa menjelajahi semuanya (kecuali jika memiliki banyak waktu). Sehingga penting untuk menentukan wahana yang menjadi prioritas untuk dikunjungi --- seperti saat saya di Taman Bunga Nusantara ini misalnya, kami memilih berkeliling dengan Wira Wiri untuk melihat sekilas taman-taman yang ada. Selanjutnya kami menentukan beberapa taman saja yang dikunjungi lebih lama dengan berjalan kaki.

Rumah Kaca

Setelah berkeliling dengan Wira Wiri, kami memustuskan untuk berhenti di Rumah Kaca & melanjutkan berkeliling ke taman-taman yang kami sudah tentukan dengan berjalan kaki. Untuk masuk ke Rumah Kaca dikenakan biaya tambahan IDR 2.000 saja. Biaya tambahan lagi? Hey, it's really worth to pay with this affordable price!

Soft Pink & Green --- a perfect combination!
Bunga Gerbera ini biasanya sering saya lihat sebagai pilihan buket bunga, ternyata tanamannya seperti ini

Di dalam Rumah Kaca ini terdapat berbagai bunga & tanaman yang tidak bisa bertoleransi dengan iklim yang ekstrem, seperti derasnya air hujan maupun teriknya sinar matahari. Ada satu jenis tanaman yang menarik perhatian saya, yaitu tanaman Dusty Miller atau "Silver Dust". Sekilas tanaman ini seperti ditutupi salju berwarna putih keabuan & membawa kita seolah-olah berada pada musim dingin. MasyaAllah, luar biasa indahnya ciptaan Allah.

pertama kali lihat tanaman ini rasanya lagi di film "Frozen" --- Let it go, Let it go~
Bunga Gardena dalam warna kuning, seperti miniatur Bunga Matahari yaa

Selain terdapat beragam bunga maupun tanaman yang cantik untuk dilihat & difoto, di Rumah Kaca ini juga bisa dijadikan spot foto-foto yang bagus loh.. Terdapat bangku taman di dalamnya yang bisa dijadikan tempat untuk santai sejenak sekaligus tempat berfoto, seperti saat adik saya yang langsung minta difoto ketika melihat ada bangku taman ini.

Ada juga beberapa tiang penyangga yang ditumbuhi tanaman berbunga yang merambat, ini juga cocok untuk spot foto-foto seperti yang saya lakukan bersama adik & sepupu saya. Nah, ini dia serunya jika berwisata pada waktu yang tidak ramai pengunjung: bisa foto sepuasnya tanpa harus malu-malu atau bergantian dengan pengunjung yang lain. Suka deh saya kalau begini :)

di dalam Rumah Kaca ada kursi tamannya juga, jadi bisa duduk santai (sambil foto-foto)
foto-foto serasa di Rumah Kaca milik sendiri

Setelah puas melihat-lihat & berfoto di dalam Rumah Kaca, kami melanjutkan berkeliling dengan berjalan kaki menuju beberapa taman yang sudah kami list sebelumnya. Walaupun panasnya matahari cukup menyengat & menyilaukan mata, namun udara di sini sangat sejuk sehingga tidak terlalu melelahkan untuk berjalan kaki.

tetap semangat jalan walau puasa
gradasi warna Bunga Salvia --- jadi pengen punya di rumah

Dalam perjalanan kami menuju taman tematik berikutnya, ada suatu jalur jalan setapak berbentuk seperti lorong yang berada tepat di samping Taman Mawar. Dasar naluri "dikit-dikit maunya difoto", ketika melihat jalan setapak yang dilindungi dengan tiang-tiang penuh tanaman bunga merambat ini langsung deh saya foto-foto lagi. Tidak tahu mengapa, rasanya selalu menyenangkan setiap melihat landscape taman seperti ini. Jadi ingin punya taman serupa juga suatu hari nanti, hehe..

jalan ini bukan hanya adem, tapi juga (lagi-lagi) fotogenik
si adek mau ala-ala levitasi
kalau saya mau foto "swinging skirt" ala-ala Dian Pelangi

Tujuan taman tematik berikutnya: Taman Mawar. Sudah jelas pastinya ada banyak tanaman bunga mawar di taman ini. Keharuman khas mawar langsung dapat tercium dari beragam jenis, ukuran, & warna bunga mawar yang ada di sini.

Di negara asalnya, tanaman bunga mawar telah terkondisi dapat beradaptasi dengan 4 musim. Pada saat musim dingin, secara alami menggugurkan seluruh daunnya untuk periode dorman (istirahat) & kemudian akan kembali berkembang saat musim panas. Namun karena Indonesia bukan merupakan negara 4 musim, maka di Taman Bunga Nusantara ini seluruh tanaman bunga mawar diperlakukan secara khusus agar kekuatannya tetap terjaga & dapat terus berbunga.

Taman Mawar --- taman favorit para perempuan
harumnya Bunga Mawar di sepanjang Taman Mawar

Puas di Taman Mawar, kami melanjutkan ke taman berikutnya yaitu: Taman Perancis. Taman ini berada tepat di seberang Taman Mawar. Ciri khas dari Taman Perancis adalah beragam tanaman perdu pendek dengan bentuk geometris yang rapi, serasi, serta seimbang. Keserasian bentuk geometris pada Taman Perancis dapat lebih jelas terlihat dari atas Menara Pandang.

Dan tentu saja Taman Perancis ini juga sangat fotogenik! Serasa berada pada masa Renaissance di negara asalnya, Perancis. Perjalanan kami di Taman Perancis ini menjadi tujuan terakhir dari taman-taman yang bisa kami telusuri. InsyaAllah pada kesempatan selanjutnya, ingin sekali kembali ke sini untuk menjelajahi lebih dekat semua taman yang ada di Taman Bunga Nusantara.

Taman Perancis --- tanaman perdu pendek menjadi ciri khas taman ini
foto sambil nahan silaunya matahari
kalau yang ini sih ga bakal silau, pakai sunglasses sih
Tips #JalanJalan a la IndahRP --- berwisata di taman
1. Jaga kebersihan & buanglah sampah pada tempatnya
Jagalah kondisi setiap tempat wisata yang kamu kunjungi, sebagaimana kamu ingin melihat & menikmatinya --- BERSIH & TERJAGA. Jadi jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan & membuang sampah pada tempatnya ya.. Baik itu di tempat wisata berbentuk taman maupun tempat wisata lainnya. Bawalah kantong plastik atau tas ekstra untuk sampah yang akan dibuang, lalu buanglah ketika menemukan tempat sampah yang tersedia.

2. Jangan memetik bunga, buah, atau tanaman lainnya
Pergi ke taman, entah itu taman bunga atau taman buah pastinya suka bikin tangan "gatal" untuk memetiknya bukan? Tapi tolong jangan sampai merusak keindahan taman tersebut dengan tangan usil yang memetiknya ya.. Beberapa taman mungkin memang ada yang memperbolehkan untuk memetik bunga atau buah dengan pengawasan petugas. Walaupun tidak terdapat izin maupun larangan untuk memetik, sebaiknya tetap jangan dipetik. Kecuali jika memang sudah terlepas dari pohonnya.

3. Usahakan untuk tidak menginjak rumput
Biasanya terdapat tulisan peringatan "dilarang menginjak rumput" pada beberapa lokasi dengan rumput yang memang tidak boleh diinjak, apalagi diduduki. Saya pribadi lebih memilih untuk tidak menginjak rumput, selama masih ada jalan setapak yang bisa dilewati di sekitarnya. Seperti halnya di Taman Bunga Nusantara, saya tidak melihat adanya larangan menginjak rumput. Saya juga melihat beberapa pengunjung leluasa menginjak rumput untuk berfoto. Namun ada baiknya jika kita tidak melakukan hal serupa, agar tidak merusak hasil kerja para perawat tanaman yang menjaga rumput-rumput tersebut tetap hidup.

One day will be back here. For pre-wedding photos, maybe? *just kidding*

Sekian cerita panjang saya & foto-foto dari perjalanan saya saat berwisata ke Taman Bunga Nusantara. Semoga tidak menjenuhkan ya untuk dibaca walaupun sangat panjang :)

Semoga saya punya kesempatan lagi untuk eksplor berbagai tempat wisata menarik lainnya. Karena sudah bukan jamannya lagi menjadikan taman wisata hanya sebagai tempat kunjungan anak sekolah atau keluarga, melainkan juga bisa menjadi tempat jalan-jalan seru bagi generasi muda.
So, stay tune on my blog!

Salaam,
IndahRP

You Might Also Like

26 comments

  1. liat postingan ini, jadi pengen ke cianjur hihihhi..Nice review dear

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo mampir ke sana juga.. Makasih udah baca reviewnya yaa :)

      Delete
  2. Ngga pernah bosan ya lihat bunga dan taman di sana. Tempat favorit sama suami, tapi sayang belum sempat ke sana bareng si kecil, huhuhu. Harus masuk plan jalan berikutnya. Fotonya cakep-cakep bangeeet. Salam kenal ya. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih... iyaa ayo diajak si kecil pasti suka banget main ke sini,
      Salam kenal kembali :)

      Delete
    2. Pastinya indah, inshaa Allah akan diajak ke sana. :D

      Delete
  3. Bener-bener nostalgia jaman kecil baca ini <3 thanks for posting this, Ndah!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku aja sampai di sana dalem hati langsung kegirangan kayak bocah baru pertama kali ke sana hahaha.. sama sama Kariiin

      Delete
  4. Aduuuuh cakep banget Ndah foto2nya... Dulu ke taman ini waktu mudik lebaran *kebayang ya ramenya*
    Asik bener bisa sepi gitu Ndah, jarang yaaa yang puasa-puasa mau jalan2 di taman gini hihihihi

    Infonya lengkap, bagus deh postingannya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo lagi peak season atau weekend aku juga males deh kak ke sini, jalannya udah macet & tempatnya pasti rame banget ga bisa puas foto-foto..

      Abis lebarang aja pas weekdays ke sini, seru deeeh

      Delete
  5. Masya Allah, Taman Bunga Nusantara jadi kece bangeeett!! Kayaknya dulu pas aku masih kecil belum kece begini *yaeyalah*

    ;p

    ReplyDelete
    Replies
    1. beberapa memang ada penataan lebih lanjut kak dini..
      tapi sebenernya sih dari dulu udah sebagus ini, cuma karena dulu mungkin belum pada "ngeh" kece buat foto-foto yg niat kali yaa.. jadinya kalo foto seadanya aja hehehe

      Delete
  6. Belum kesampaian ke sana soalnya ngajak siapa aja pada alesan macet, hahaha. Emang jalan-jalan di weekdays menyenangkan banget ya. Suka deh sama foto2nya,. Bagus ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga kalau weekend atau hari libur juga mikir-mikir sih kalau mau ke sana hehehe.. Emang paling enak ke tempat wisata weekdays yang bukan liburan sekolah, jadi kayak private gitu. Makasih yaa Nia udah mampir :)

      Delete
  7. keren banget wah kalau saya kesana bawa hp .. mungkin pulang pulang dalam keadaan lowbat dan memori full karna kebanyakan foto ootedeh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. bawa kamera aja biar hp nya ga lowbat :)

      Delete
    2. Boleh ya bawa kamera DSLR ? dikenakan charge lagi gk?

      Delete
    3. Waktu saya pergi saat itu, kamera DSLR saya simpan di dalam tas bawaan saya (bukan pakai tas khusus kamera). Jadi di loket tidak ditanyakan. Kebetulan saat itu juga tidak terlalu ramai pengunjung, jadi tidak ada petugas yang memeriksa.

      Tetapi kalau pakai kamera DSLR untuk tujuan tertentu, seperti: foto prewed atau foto katalog iklan/fashion, sepertinya memang butuh ijin khusus ke petugas.

      Delete
  8. yaampun, aku ke taman bunga ini terakhir pas SD kayaknyaah. terus pengen foto-foto terus, tamannya bagus, banyak bunga haha. kapan bisa ke sana lagi yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. kesana lagi buat foto prewed aja kak puput hihihi, atau piknik sama anak-anaknya kelak ;)

      Delete
    2. Mau tanya.. klo utk poto2 biasa dikenakan biaya tambahan gak..??
      Poto2 biasa sprti prewed tapi cuma hunting

      Delete
    3. Kalau untuk hunting saya kurang tau, tapi kalau terlihat bawa peralatan banyak & terlihat seperti untuk prewed atau pemotretan khusus sepertinya ada biaya tambahan tersendiri

      Delete
  9. yah taman bunga dri rumah sya dket bnget mba... cuma 5 mnit pling pke mtor...

    ReplyDelete
  10. Kondisi jalan menuju ke taman bunganya sudah bagus belom yah mba?soalnya banyak yg bilang jalannya banyak yg hancur...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hancur banget sih ga juga.. pakai mobil atau motor insyaAllah masih aman kok..

      Delete
  11. Halo kak indah, boleh izin ambil foto rumah kacanya untuk keperluan buku profil daerah? terimakasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh.. tapi mohon cantumkan bahwa sumbernya dari blog ini yaa :)

      Delete