#LessonLearned: pesan di balik ujian

9:42 PM

sumber foto di sini

Ketika banyak cobaan datang terus-menerus, sedang sialkah kita?
Tidak, kita sedang diuji. Diuji karena Allah sayang...

Pernah merasa dalam 1 waktu (entah 1 hari, 1 minggu, 1 bulan, 1 tahun, atau pada periode tertentu) begitu banyak cobaan yang datang? Terus-menerus pula.. Atau suatu saat mendapat 1 ujian yang cukup besar sampai kita merasa tidak sanggup menghadapinya. Pernahkah? Saya rasa setiap manusia pernah mengalami cobaan, apapun itu bentuknya.

Lalu apa yang dirasakan ketika cobaan itu datang silih berganti? Merasa nasib kita sial? Menjadi berpikir adakah kesalahan yang telah dilakukan sampai mendapat balasan lewat cobaan itu? Apakah benar kita sedang sial, apakah benar kita sedang mendapat balasan atas perbuatan kita?
Yuk, sejenak kita bersama-sama refleksi diri..

Sedikit bercerita, beberapa minggu yang lalu saya merasa banyak sekali cobaan dalam 1 hari. Sebenarnya cobaannya tidak seberapa, bahkan cenderung biasa saja & hanya sekedar kejadian yang kurang menyenangkan bagi saya. Namun karena itu semua berlangsung secara bertubi-tubi dalam 1 hari, terbayang kan bagaimana rasanya? Lelah, mau marah, sedih, sampai mau nangis sendiri karena kebingungan mengapa semua hal itu bisa terjadi. Sampai saya pun sempat berpikir begini, Ya Allah.. salah apa ya saya sampai "ditegur" seperti ini?

Sepanjang hari pikiran saya masih saja dikelilingi dengan kemungkinan kesalahan apa saja yang telah saya perbuat sampai merasa "ditegur" oleh Allah. Tidak mencoba berpikir yang lain, tidak mencoba husnu-dzan dengan diri sendiri (astaghfirullah...) sampai akhirnya saya teringat pernah mendengar suatu kutipan seperti ini; "satu langkah kita mendekat kepada Allah, maka Allah akan memberikan 1000 langkah untuk semakin dekat kepada-Nya.."


Dari kutipan tersebut, saya jadi berpikir kembali mengapa tidak mungkin jika; "satu langkah kita menjauh dari Allah, maka akan ada 1000 cara Allah untuk mengingatkan kita agar kembali dekat kepada-Nya.." Ya, saya pun akhirnya menyadari saat itu berbagai kejadian yang kurang menyenangkan itu bukanlah suatu teguran apalagi suatu balasan dari Allah. Melainkan itu adalah berbagai cara Allah untuk mengingatkan saya agar kembali dekat kepada-Nya. Semua itu bukan pula cobaan, melainkan ujian. Ujian yang diberikan Allah sebagai pengingat bagi kita bahwa Allah masih sayang kepada hamba-Nya, bahwa Allah ingin hamba-Nya kembali dekat kepada-Nya.

Ah, cobaan atau ujian kan sama saja. Tidak ada bedanya..
Hmm, saya sendiri kurang setuju jika makna cobaan & ujian dianggap tidak ada bedanya. Walaupun secara harfiah keduanya adalah sama atau saling bersinonim, namun bagi saya makna dari cobaan & ujian jelas berbeda. Cobaan cenderung bersifat negatif, akhirnya membuat kita berpikir juga menjadi cenderung su'udz-dzan. Sedangkan ujian seharusnya membuat kita cenderung berpikir lebih postif & lebih banyak husnu-dzan. Bagaikan suatu ujian pelajaran di sekolah, yang setiap tingkatannya memiliki kesulitannya masing-masing & ketika kita berhasil melewati ujian tersebut bukan berarti kita lulus begitu saja, melainkan masih ada tingkatan yang lebih tinggi lagi sesuai dengan kemampuan kita. Begitu seterusnya.

Sama halnya dengan kehidupan, segala hal yang kita rasakan atau kita anggap kurang nyaman (menyedihkan, mengesalkan, atau mengkhawatirkan) adalah suatu ujian yaitu ujian kehidupan. Ujian yang memiliki tingkat kesulitannya sendiri-sendiri, tergantung sudah sampai level mana kita berada. Ujian yang ketika kita berhasil menerima & melaluinya, maka kita akan naik ke level yang lebih tinggi lagi dengan ujian yang berbeda sesuai dengan kemampuan kita. Begitulah hidup.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo'a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (Q.S. Al-Baqarah:286)

Seperti dalam kutipan ayat Al-Qur'an di atas, bahwa Allah tidak akan membebani seseorang sesuai dengan kesanggupannya. Allah memberikan ujian sesuai dengan kesanggupan hamba-Nya, ketika mereka mampu melaluinya maka mereka akan menjadi hamba Allah yang semakin meningkat keimanannya & semakin dekat kepada Allah. Banyak-banyaklah husnu-dzan ketika kita merasa atau mengetahui bahwa kehidupan kita sedang diuji. Hadapi serta lalui dengan terus mengingat & mendekat kepada Allah, meminta pertolongan & kekuatan-Nya agar kita sanggup atas ujian tersebut.

Mungkin setelah membaca ini ada yang berpendapat bahwa semua tulisan ini hanyalah sekedar teori yang sulit untuk dilakukan dalam kenyataannya. Semua itu kembali lagi kepada diri masing-masing, seperti apa kita cara pandang & berpikir kita terhadap sesuatu. Segala teori adalah mungkin untuk dilakukan. Segala sesuatu pun tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, termasuk menjadikan kita sebagai pribadi yang lebih baik lagi dalam memandang & melalui suatu ujian dari Allah :)

* * * * * * * * * *

Karena dibalik setiap hal memiliki makna & pesannya tersendiri..
Seperti apa kita menginginkan & memandangnya, seperti itulah makna & pesan yang akan kita dapatkan..


Salaam,
IndahRP

You Might Also Like

10 comments

  1. pernah banget ngerasain ini mbak. dan cara terbaik emang mendekat lagi padaNya
    semangattt!!! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa.. cara terbaik memang husnu-dzan & kembali mendekat kepada Allah.. semangat juga buat kamu!

      Delete
  2. Rasanya aku pun pernah ngalamin satu hari yang enggak menyenangkan sama sekali. Sampai dulu aku punya teori, kalau satu hari sampai 3 kali mengalami hal yang menyebalkan, enakan pulang aja deh tinggal di kamar biar kalo nemu yang menyebalkan lagi aku ga tambah bete. Hehehe... teori ngasal ini aku lakukan samapai pas suatu kajian dikatakan enggak ada yang namanya hari atau waktu yang sial. Jadi ternyata balik lagi ke kita yang harus selalu berpikir positif dan husnudzan sama Allah. Semoga kita semua bisa melalui ujian mau cobaan dari Allah dengan baik ya, Indah :). Aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba mia.. selalu menghindar atau menjauh dari hal yg kurang menyenangkan cuma bikin kita makin ga nyaman sama keadaan, ujung-ujungnya malah menyalahkan keadaan.

      Lebih baik berpikiran positif & husnu-dzan terus deh.. ga bikin bete jadinya. Aamiin :)

      Delete
  3. sering tapi allah tidak akan memberikan cobaan apabila kita tak mampu. jadi pasti mampu kaan yaa
    *ini sugesti* tapi beneran loh haha

    ReplyDelete
  4. So true Indah.. insya Allah semua cobaan mampu dihadapi kalau kita tetep percaya semua pasti ada hikmahnya yaaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak.. walaupun tiap cobaan sering buat kita sedih, marah, stress, bahkan putus asa tapi harus cepet-cepet bangkit & percaya semua itu ada hikmahnya :)

      Delete
  5. Artikel yang bagus Indaaaah... Aku biasanya klo menghadapi hari penuh cobaan gitu, aku ubah mindsetku dan aku anggap hari itu adalah hari yang lucu.. jadi alih-alih kesel aku malah merasa lucu sendiri..hihihi.. terus kalau lagi ngalamin hari yang gak asik, aku berusaha positive thinking kalau selanjutnya akan dpt kejutan dari Allah.. Contohnya pagi2 mobilku pernah dserempet orang tak bertanggung jawab, sedih deh.. tp drpd energi terbuang sia2 utk ngomel dan ngejar, mendingan stay cool.. yang penting akunya gak kenapa2.. eeeh, Alhamdulillah pas di kampus jd ttp bs fokus dan bs dpt acc kerjaan dlam waktu cm 2 jam! pdhal rata2 temenku butuh 3-seminggu untuk nuntasin kerjaan itu.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih mba nitaaa.. iyaa, kalau lagi ngalamin hal yg kurang menyenangkan terus malah seharian terus bete & kesel sendiri malah bikin pikiran tambah ruwet jadi ga ketemu hal yg positif deh..

      Delete